banner 728x90
Berita

Pelukan Hangat di Tanah Suci: Tim Kesehatan Haji Indonesia Jadi Penjaga Harapan Jamaah

1062
×

Pelukan Hangat di Tanah Suci: Tim Kesehatan Haji Indonesia Jadi Penjaga Harapan Jamaah

Share this article
Pelukan Hangat di Tanah Suci: Tim Kesehatan Haji Indonesia Jadi Penjaga Harapan Jamaah

Opinisulsel.com —– Di balik kekhusyukan ibadah haji, hadir tangan-tangan sigap yang senantiasa siaga menjaga kesehatan para tamu Allah. Tim kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menuai apresiasi luas dari jamaah haji Indonesia berkat respons cepat, keramahan, dan pelayanan 24 jam yang tak mengenal lelah.

Salah satu sektor dengan performa menonjol adalah Sektor 10 Misfalah, tempat tim kesehatan terlihat aktif memantau jamaah, terutama mereka yang masuk kategori risiko tinggi—lansia dan penyandang disabilitas. Mereka tak hanya menunggu keluhan, tapi hadir lebih dulu dengan pemantauan proaktif.

Sri Sunarmi, jamaah asal Surabaya, merasakan langsung manfaat layanan ini. Mengalami pembengkakan kaki dan lengan sejak tiba di Makkah, ia kini pulih berkat pendampingan intensif dari tim kesehatan.
“Alhamdulillah, tiap saat diperiksa dan diberi obat. Sekarang sudah mendingan dan siap untuk ke Armuzna. Tim kesehatan luar biasa—ramah dan sigap,” ujarnya dengan senyum lega.

Dr. Rusli, dokter penanggung jawab sektor 10, menegaskan bahwa setiap keluhan ditangani serius dan cepat.
“Kami tak hanya memberi layanan medis, tapi juga ingin menghadirkan rasa aman bagi jamaah dan keluarganya di Indonesia. Kami selalu siap hadir, kapan pun dibutuhkan,” ungkapnya.

Musim haji 2025 ini mencatat lebih dari 24% jamaah Indonesia merupakan lansia dan disabilitas. Ini menuntut perhatian ekstra. Oleh karena itu, tim kesehatan juga gencar melakukan edukasi seputar pola makan, hidrasi, waktu istirahat, hingga penggunaan alat bantu. Tujuannya jelas: mencegah sebelum mengobati, dan memastikan jamaah tetap prima hingga puncak ibadah di Armuzna.

Pelayanan serupa juga dirasakan di sektor-sektor lain di Makkah, Madinah, hingga wilayah Armuzna. Koordinasi erat antara tim kesehatan, petugas kloter, dan sektor telah menciptakan ekosistem layanan haji yang terintegrasi.

Dengan dukungan tim kesehatan yang profesional, ramah, dan selalu siaga, diharapkan seluruh jamaah Indonesia dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan pulang dalam keadaan sehat. Inilah wujud nyata komitmen pemerintah: melindungi jamaah haji secara utuh, lahir dan batin. (*)


Eksplorasi konten lain dari mediata.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.