banner 728x90
Berita

Jelang Puncak Haji, Dr. Bunyamin Tinjau Layanan Kesehatan Jamaah di Makkah

1057
×

Jelang Puncak Haji, Dr. Bunyamin Tinjau Layanan Kesehatan Jamaah di Makkah

Share this article
Jelang Puncak Haji, Dr. Bunyamin Tinjau Layanan Kesehatan Jamaah di Makkah

Opinisulsel.com — Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji, Kementerian Agama Republik Indonesia memperkuat pemantauan terhadap layanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. Tenaga Ahli Menteri Agama RI Bidang Haji, Umrah, dan Hubungan Internasional, Dr. Bunyamin M. Yapid, melakukan kunjungan langsung ke sejumlah sektor Daerah Kerja (Daker) Makkah untuk memastikan kesiapan dan kesigapan tenaga medis.

Dalam tinjauannya, Dr. Bunyamin menegaskan pentingnya peran tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam menangani kondisi darurat maupun keluhan kesehatan para jamaah. Ia mengapresiasi kinerja petugas kesehatan yang terus siaga dan tanggap terhadap berbagai situasi di lapangan.

“Kehadiran klinik kesehatan di setiap sektor sangat membantu jamaah kita yang mengalami gangguan kesehatan. Dari apa yang kami lihat di lapangan, semua berjalan sesuai dengan harapan,” ujar Dr. Bunyamin.

Ia juga menjelaskan bahwa selain klinik statis di sektor-sektor, Kementerian Agama melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyiagakan layanan kesehatan mobile yang menjangkau jamaah di hotel-hotel dan titik strategis lainnya. Koordinasi antarpetugas terus dilakukan untuk memastikan respons cepat terhadap kebutuhan medis jamaah.

“Kami berharap layanan ini mampu mengurangi kecemasan jamaah terhadap kondisi kesehatannya, terutama menjelang puncak ibadah haji. Ini juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap ketenangan batin jamaah dan keluarga mereka di tanah air,” tambahnya.

Kehadiran Dr. Bunyamin di lapangan juga menjadi suntikan semangat bagi para petugas medis yang bekerja dalam kondisi cuaca ekstrem dan beban kerja tinggi. Ia menyampaikan bahwa pemantauan rutin oleh pejabat Kemenag merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas layanan secara menyeluruh—mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga kesehatan.

“Pelayanan kepada jamaah bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga soal rasa aman, nyaman, dan keberpihakan pada kebutuhan riil di lapangan,” tegasnya.

Dengan semakin dekatnya fase-fase krusial dalam ibadah haji, keberadaan tenaga kesehatan yang siaga dan responsif diharapkan menjadi jaminan bagi para jamaah untuk menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan tenang. (*)


Eksplorasi konten lain dari mediata.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.