banner 728x90
Berita

TRK Holding dan Investor Tiongkok Jajaki Investasi Rp87 Triliun untuk Smelter Cobalt di Sulawesi

1043
×

TRK Holding dan Investor Tiongkok Jajaki Investasi Rp87 Triliun untuk Smelter Cobalt di Sulawesi

Share this article
TRK Holding dan Investor Tiongkok Jajaki Investasi Rp87 Triliun untuk Smelter Cobalt di Sulawesi

Opinisulsel.com — Komitmen Indonesia dalam mendorong hilirisasi industri mineral kembali mendapat angin segar. PT TRK Holding menjajaki kerja sama strategis dengan Guangzhou Industrial Investment Holdings Group asal Tiongkok untuk membangun smelter High Pressure Acid Leach (HPAL) cobalt di Sulawesi, dengan nilai investasi mencapai Rp87 triliun.

Pertemuan penjajakan investasi tersebut berlangsung di BNI Codae Jakarta pada 23 Mei 2025, dihadiri Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, serta CEO TRK Holding, H. Najmuddin.

Menteri Rosan menyampaikan apresiasi atas langkah TRK Holding yang dinilai strategis dalam mendukung pembangunan industri baterai nasional. “Investasi ini akan berdampak signifikan, khususnya dalam mendukung hilirisasi nikel dan penguatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya.

CEO TRK Holding, H. Najmuddin, menegaskan proyek ini akan difokuskan di wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. “Kami melihat dukungan kuat dari pemerintah untuk pengembangan smelter HPAL cobalt ini. Proyek ini bukan hanya soal nilai besar, tapi juga soal dampaknya terhadap pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyatakan kesiapan daerahnya dalam menyambut investasi tersebut. “Kami mendukung penuh realisasi proyek ini. Sulawesi Tengah terbuka bagi investor yang ingin membangun industri strategis, apalagi cobalt sangat dibutuhkan secara global,” ucapnya.

Dari pihak mitra, perwakilan Guangzhou Industrial Investment Holdings Group, Mr. Jing Si, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan kesempatan untuk menanamkan investasi di Indonesia. “Kami berkomitmen untuk mendukung pembangunan industri yang berkelanjutan dan bernilai tambah,” ungkapnya.

Dengan nilai investasi jumbo ini, Indonesia semakin mempertegas perannya sebagai pemain kunci dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik. (*)


Eksplorasi konten lain dari mediata.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.