banner 728x90
Berita

PDAM Makassar dan Konsuler Jepang Perkuat Kolaborasi Teknologi Air Bersih

976
×

PDAM Makassar dan Konsuler Jepang Perkuat Kolaborasi Teknologi Air Bersih

Share this article
PDAM Makassar dan Konsuler Jepang Perkuat Kolaborasi Teknologi Air Bersih

Opinisulsel.com — Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Hamzah Ahmad, menerima kunjungan kehormatan dari Kepala Konsuler Jepang di Makassar, Ohashi Koichi, pada Selasa (10/06/2025), bertempat di Ruang Direktur Utama PDAM Makassar, Jl. Dr. Ratulangi.

Audiensi ini menjadi momen penting dalam memperkuat kerja sama antara Makassar dan Jepang di bidang pengelolaan air bersih dan air limbah.

Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Konsuler Jepang Ohashi Koichi, Advisor JICA Shintani, staf Konsuler Lia, Konsultan Teknik Dr. Eng. Antamil ST, MT, tim MaKaPro, serta penerjemah resmi. Mereka disambut langsung oleh Hamzah Ahmad.

Ohashi Koichi mengucapkan selamat kepada Hamzah Ahmad atas penunjukannya sebagai Plt Direktur Utama PDAM Makassar dan mengapresiasi perannya dalam mendukung proyek MaKaPro (Makassar-Kawasaki Technical Cooperation Project), yang dijadwalkan berakhir pada Agustus 2025.

“Kami melihat banyak manfaat dari proyek ini, bukan hanya bagi PDAM Makassar tetapi juga bagi para ahli Jepang yang terlibat langsung,” ujar Koichi.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa dua perusahaan dari jaringan bisnis Kawasaki (Kawabiznet) akan berkunjung ke Makassar dalam waktu dekat untuk memperkenalkan teknologi unggulan mereka.

“Kami harap kunjungan ini bisa menjadi awal yang baik bagi pengembangan sistem air bersih dan pengelolaan limbah di Makassar,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Hamzah Ahmad menyampaikan terima kasih atas dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).

“MaKaPro adalah kerja sama yang sangat strategis. Kami tengah merencanakan penggantian meter air lama dan sangat terbuka terhadap teknologi yang ditawarkan oleh perusahaan Jepang. Kami harap JICA dan Konsuler Jepang dapat menjadi jembatan penghubung untuk kelangsungan program ini,” ujar Hamzah.

Sebagai alumni pelatihan JICA tahun 2010 di Nagoya dan Tokyo, Hamzah—yang akrab disapa Anca—menyatakan bahwa PDAM Makassar sedang dalam tahap pemetaan kebutuhan penggantian meter air lama. Ia optimis teknologi dari Jepang dapat menjadi solusi inovatif.

“Kami tengah mengidentifikasi kebutuhan modernisasi meter air. Teknologi Jepang diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut,” ujarnya.

Advisor JICA, Pak Shintani, menambahkan bahwa proyek MaKaPro tidak lepas dari peran besar Hamzah Ahmad dalam mendorong pertukaran teknologi dan praktik terbaik antara Makassar dan Kawasaki.

“Kami mengapresiasi dedikasi Pak Hamzah yang telah menjadi tokoh kunci dalam terbentuknya proyek ini,” kata Shintani.

Ia berharap kolaborasi seperti MaKaPro dapat terus berlanjut dalam bentuk kerja sama baru, mengingat proyek ini telah membantu PDAM dalam meningkatkan kemampuan teknis, terutama dalam mendeteksi dan memperbaiki kebocoran bawah tanah.

“Diharapkan pertukaran ilmu dan teknologi antara Makassar dan Kawasaki bisa terus berlanjut,” pungkasnya.

Sebagai informasi, proyek MaKaPro menargetkan penurunan Non-Revenue Water (NRW) sebesar 10% di tiga area percontohan: Graha Lestari, Griya Fajar Mas, dan Bumi Permata Hijau.

PDAM Makassar telah menggunakan sejumlah peralatan canggih hibah dari Jepang, seperti OnChoBo tipe elektrik, Auto Water Leakage Judgement, dan Portable Ultrasonic Flow Meter.

Selain itu, pelatihan dan demonstrasi teknis telah dilakukan sembilan kali di Makassar serta lima kali di Kawasaki, Jepang, dengan total partisipasi 48 personel dari Kawasaki dan 16 dari Makassar. (*)


Eksplorasi konten lain dari mediata.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.