banner 728x90
Berita

Wabup Bantaeng Buka Musyawarah Tudang Sipulung Musim Tanam

930
×

Wabup Bantaeng Buka Musyawarah Tudang Sipulung Musim Tanam

Share this article
Wabup Bantaeng Buka Musyawarah Tudang Sipulung Musim Tanam

Opinisulsel.com — Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, secara resmi membuka Musyawarah Tudang Sipulung Musim Tanam Tahun 2026 yang diselenggarakan di Hotel Ahriani, Bantaeng, pada Senin, 23 Juni 2025.

Acara yang digagas oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng ini menjadi forum penting yang mempertemukan para petani, penyuluh, dan pemangku kepentingan lintas sektor untuk bermusyawarah tentang pola tanam musim mendatang.

Dalam sambutannya, Wabup H. Sahabuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam menjadikan sektor pertanian sebagai program prioritas, selaras dengan visi strategis untuk mewujudkan Kabupaten Benih berbasis teknologi, serta menjamin ketersediaan pupuk dan air bagi petani.

Komitmen ini kami realisasikan melalui berbagai langkah konkret, di antaranya:

  • Peningkatan kapasitas penyuluh pertanian dan penguatan kelembagaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)
  • Kerja sama multi-pihak dalam penyediaan benih unggul dan fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui lembaga perbankan
  • Implementasi program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) guna memitigasi risiko gagal panen
  • Revitalisasi infrastruktur irigasi di lahan pertanian produktif
  • Revitalisasi lahan sawah dan perkebunan
  • Mendorong partisipasi aktif generasi muda dan petani milenial,” paparnya.

Lebih lanjut, Wabup Sahabuddin mengajak seluruh elemen—mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor, akademisi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), perbankan, hingga pihak swasta—untuk menjadikan forum Tudang Sipulung ini sebagai momentum kolaboratif dalam mendorong pertanian berkelanjutan di Bantaeng.

“Mari kita wujudkan pertanian Bantaeng yang tangguh terhadap perubahan iklim, produktif, efisien, serta berorientasi pasar dan berkeadilan bagi seluruh pelaku sektor pertanian,” ujarnya penuh semangat.

Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan pesan inspiratif, “Petani bukan sekadar sebuah profesi, melainkan peradaban. Setiap benih yang ditanam hari ini adalah harapan bagi masa depan bangsa.” (*)


Eksplorasi konten lain dari mediata.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.