MAKASSAR, Opinisulsel.com – Kebakaran hebat melanda kompleks Asrama Kodam Mattoanging di persimpangan Jalan Padjonga Daeng Ngalle dan Jalan Opu Daeng Risadju, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Selasa (1/9/2026). Sebanyak 23 rumah hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Meski mengakibatkan puluhan rumah rusak, tidak ada korban jiwa. Sebanyak 23 kepala keluarga (KK) terdampak dan untuk sementara akan ditempatkan di posko darurat yang disiapkan aparat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan jumlah rumah yang terbakar masih berdasarkan hasil pendataan sementara petugas di lapangan.
“Jumlah rumah yang terbakar berdasarkan informasi petugas dan pendataan sementara sebanyak 23 unit,” kata Fadli di lokasi kejadian.
Damkar Kerahkan 25 Armada
Laporan kebakaran diterima Markas Komando Damkar Makassar sekitar pukul 13.41 WITA. Namun, kobaran api diperkirakan mulai membesar sekitar pukul 13.00 WITA.
Untuk mengendalikan api, Damkar Makassar mengerahkan 25 unit armada, satu unit tim rescue, dan sekitar 78 personel.
Proses pemadaman berlangsung sekitar 1 jam 20 menit hingga api berhasil dikuasai.
“Pemadaman berlangsung kurang lebih 1 jam 20 menit. Kami menurunkan sekitar 25 unit armada ditambah satu unit tim rescue dengan total personel kurang lebih 78 orang,” ujar Fadli.
Akses Sempit dan Angin Kencang Hambat Pemadaman
Fadli menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala akses menuju lokasi yang sempit. Selain itu, angin kencang membuat kobaran api dengan cepat merambat ke bangunan lain di kawasan asrama.
“Jalan akses cukup kecil, kemudian angin bertiup sangat kencang saat pemadaman. Kondisi ini mempercepat penyebaran api,” jelasnya.
Dugaan Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan aparat berwenang.
Meski demikian, terdapat dugaan awal kebakaran berkaitan dengan gangguan aliran listrik. Warga disebut sempat mengalami pemadaman listrik sebelum api muncul.
“Tadi sempat mati lampu. Setelah listrik kembali menyala, muncul titik api. Namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” kata Fadli.
Tidak Ada Korban Jiwa
Komandan Koramil (Danramil) Mamajang, Mayor Arh Jamaluddin, memastikan seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Menurutnya, sebanyak 23 KK terdampak akibat kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah di kompleks asrama.
Ia juga mengapresiasi sinergi Damkar Makassar, TNI, Polri, tim pemadam Kodim, serta PLN yang bergerak cepat memutus aliran listrik sehingga kebakaran tidak meluas.
Posko Darurat Disiapkan untuk Korban
Saat ini, aparat masih melakukan pendataan terhadap kerugian material akibat kebakaran.
Sementara itu, warga terdampak akan direlokasi sementara ke area lapangan tengah dan sekitar masjid di kompleks asrama. Pemerintah bersama TNI juga akan mendirikan posko darurat dan dapur umum guna memenuhi kebutuhan para korban selama masa tanggap darurat.
Penyelidikan mengenai penyebab pasti kebakaran masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Discover more from OpiniSulsel.Com
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












