banner 728x90
Berita

Erupsi Gunung Anak Krakatau Hari Ini, Ini Daftar Bandara yang Masih Ditutup Akibat Abu Vulkanik

5
×

Erupsi Gunung Anak Krakatau Hari Ini, Ini Daftar Bandara yang Masih Ditutup Akibat Abu Vulkanik

Share this article
Erupsi Gunung Anak Krakatau Hari Ini, Ini Daftar Bandara yang Masih Ditutup Akibat Abu Vulkanik

Opinisulsel.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berdampak pada operasional penerbangan di Indonesia. Meski aktivitas erupsi menerus telah mereda, sebaran abu vulkanik masih menjadi perhatian utama otoritas penerbangan sehingga sejumlah bandara belum kembali beroperasi normal.

Pemerintah bersama otoritas penerbangan, BMKG, AirNav Indonesia, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau kondisi ruang udara sebelum memutuskan pembukaan kembali bandara yang terdampak.

Daftar Bandara yang Masih Ditutup

Berdasarkan pembaruan pemerintah pada Senin, 7 September 2026, sedikitnya delapan bandara masih ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Bandara tersebut meliputi:

  • Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang
  • Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
  • Bandara Radin Inten II, Lampung
  • Bandara Husein Sastranegara, Bandung
  • Bandara Budiarto, Curug
  • Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan
  • Bandara Taufik Kiemas, Pesisir Barat, Lampung
  • Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa penutupan operasional dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan penerbangan. Bandara akan kembali dibuka setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi ruang udara aman dari paparan abu vulkanik.

Ribuan Penerbangan Terdampak

Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan gangguan besar terhadap transportasi udara nasional. Lebih dari 2.300 penerbangan dilaporkan mengalami pembatalan, penundaan, atau pengalihan rute, dengan total penumpang terdampak mencapai lebih dari 270 ribu orang.

Sejumlah maskapai domestik dan internasional juga menyesuaikan jadwal penerbangan menyusul penutupan bandara dan kondisi ruang udara yang belum sepenuhnya aman.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Dipantau

Kementerian ESDM melalui PVMBG menyampaikan bahwa episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam telah berakhir. Namun, aktivitas vulkanik masih berlangsung dalam bentuk letusan ringan dan tingkat aktivitas gunung tetap berada pada Level III (Siaga).

Masyarakat, wisatawan, dan nelayan diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau. Selain itu, warga di wilayah yang terdampak abu vulkanik diminta menggunakan masker saat berada di luar ruangan guna mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Penumpang Diminta Memantau Informasi Maskapai

Kementerian Perhubungan mengimbau calon penumpang agar memeriksa status penerbangan secara berkala melalui maskapai atau pengelola bandara sebelum berangkat ke bandara.

Perubahan operasional masih dimungkinkan mengikuti perkembangan arah sebaran abu vulkanik dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan.

Catatan Redaksi: Artikel ini diperbarui berdasarkan informasi resmi pemerintah dan akan terus diperbarui apabila terdapat perubahan status operasional bandara atau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.


Discover more from OpiniSulsel.Com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.