banner 728x90
Internasional

Meta Muse AI Makin Disorot, Bisa Kerjakan Tugas dan Kini Diblokir Amazon

125
×

Meta Muse AI Makin Disorot, Bisa Kerjakan Tugas dan Kini Diblokir Amazon

Share this article
Meta Muse AI Makin Disorot, Bisa Kerjakan Tugas dan Kini Diblokir Amazon

Opinisulsel.com — Meta Muse, agen kecerdasan buatan (AI) milik Meta, menjadi perhatian setelah kemampuannya menjalankan sejumlah tugas atas nama pengguna diikuti keputusan Amazon untuk memblokir akses Muse ke platform belanja tersebut.

Meta memperkenalkan Muse pada 8 September 2026 sebagai personal AI agent. Berbeda dari chatbot yang terutama memberikan jawaban, Meta merancang Muse untuk menjalankan tugas, termasuk membuka browser, mengisi formulir, mengirim email, memesan perjalanan, dan membantu melakukan pembelian.

Perkembangan tersebut menempatkan Muse dalam tren agentic AI, yaitu sistem AI yang dirancang tidak hanya menghasilkan respons, tetapi juga melakukan serangkaian tindakan berdasarkan instruksi pengguna.

Amazon Blokir Akses Muse

Pada 21 September 2026, Amazon memblokir Muse dari mengakses Amazon.com untuk melakukan pembelian atas nama pengguna.

Menurut laporan The Verge, pengguna Muse yang mencoba berbelanja di Amazon menerima pemberitahuan bahwa akses oleh agen AI yang tidak diizinkan melanggar Amazon Conditions of Use. TechCrunch juga melaporkan bahwa Muse tidak lagi dapat digunakan untuk membeli barang di Amazon.

Amazon menyampaikan kekhawatiran terkait keamanan dan privasi dalam konteks akses agen AI tersebut. Salah satu persoalan yang dilaporkan adalah cara Muse berinteraksi dengan situs Amazon tanpa mengidentifikasi dirinya sebagai agen AI.

Namun, pemblokiran tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa Muse melanggar privasi pengguna. Keputusan Amazon perlu dipisahkan dari klaim mengenai keamanan sistem Muse secara keseluruhan.

Meta Klaim Muse Dirancang dengan Pengamanan

Meta menyatakan Muse dibangun menggunakan Muse Secure VM, lingkungan komputer virtual khusus yang memisahkan agen dan data pengguna.

Menurut Meta, Muse tidak memiliki akses langsung untuk melihat kata sandi atau informasi pembayaran pengguna. Meta juga mengatakan pengguna menentukan aplikasi dan tingkat akses yang diberikan kepada Muse.

Untuk tindakan sensitif, seperti mengirim email atau melakukan pembelian, Muse dirancang meminta persetujuan pengguna terlebih dahulu. Meta juga menyebut pengguna dapat melihat riwayat tindakan Muse serta memutus akses ke layanan tertentu.

Meta lebih lanjut menyatakan percakapan pengguna dengan Muse dan data di dalam VM tidak dibagikan kepada sistem iklan Meta. Perusahaan juga menyediakan opsi bagi pengguna untuk tidak menggunakan interaksi mereka dengan Muse dalam pelatihan model AI Meta.

Klaim tersebut merupakan penjelasan dari Meta mengenai cara kerja dan perlindungan Muse, bukan hasil audit independen yang membuktikan seluruh klaim tersebut.

Persoalan Transparansi Ikut Disorot

Perhatian terhadap Muse tidak hanya berkaitan dengan Amazon.

The Verge sebelumnya melaporkan kasus ketika Muse memberikan penjelasan yang dipersoalkan mengenai bagaimana sistem tersebut dapat mengakses informasi dari aplikasi Messages pada perangkat pengguna.

Meta kemudian menjelaskan bahwa akses tersebut berkaitan dengan izin tertentu pada perangkat dan mengakui bahwa penjelasan yang diberikan Muse mengenai mekanisme aksesnya tidak akurat. Meta mengatakan perbaikan akan dilakukan agar Muse dapat menjelaskan proses internalnya dengan lebih tepat.

Kasus tersebut berbeda dari tuduhan bahwa Muse terbukti menyalahgunakan data. Persoalan utamanya adalah transparansi mengenai bagaimana agen AI memperoleh dan menggunakan informasi yang tersedia kepadanya.

Mengapa AI Agent Berbeda dari Chatbot?

Kasus Muse memperlihatkan salah satu perubahan penting dalam perkembangan AI.

Chatbot konvensional pada dasarnya menerima pertanyaan dan memberikan respons. Sementara AI agent dirancang untuk melakukan tindakan setelah menerima tujuan dari pengguna.

Meta mengatakan Muse dapat terus bekerja setelah pengguna menutup aplikasi dan kembali meminta persetujuan ketika diperlukan, misalnya sebelum mengirim email atau melakukan pembelian.

Kemampuan tersebut memberikan manfaat karena pengguna tidak harus menjalankan setiap langkah secara manual. Namun, pada saat yang sama, muncul pertanyaan baru mengenai batas akses, persetujuan pengguna, keamanan, dan tanggung jawab ketika agen AI melakukan kesalahan.

Pemblokiran Muse oleh Amazon menjadi salah satu contoh bagaimana platform digital dapat menetapkan batas terhadap tindakan agen AI pihak ketiga di layanan mereka.

Muse Mendapat Perhatian Pasar

Di luar kontroversi tersebut, Muse juga memperoleh perhatian karena perkembangan awal penggunaannya.

Reuters melaporkan pada 22 September bahwa permintaan terhadap Muse turut meningkatkan sentimen investor terhadap saham teknologi. Reuters menggambarkan Muse sebagai asisten AI yang dapat melakukan berbagai tugas, termasuk mengirim email, menjual barang dan memesan perjalanan.

TechCrunch, mengutip data perusahaan analitik Apptopia, sebelumnya melaporkan bahwa Muse memperoleh lebih banyak unduhan dalam 12 hari pertamanya di Amerika Serikat dan Kanada dibandingkan ChatGPT dalam 12 hari setelah peluncuran versi mobilenya. Perbandingan tersebut memiliki keterbatasan karena strategi dan cakupan peluncuran kedua aplikasi berbeda.

Muse juga telah diperluas ke Mac. Menurut TechCrunch, versi Mac memungkinkan Muse berinteraksi dengan file, pesan, kalender, catatan, dan email pengguna dengan pengaturan akses yang diberikan pengguna.

Tantangan Baru untuk AI Agent

Perkembangan Muse menunjukkan bahwa persaingan AI mulai bergerak dari sekadar siapa yang menghasilkan jawaban paling baik menuju siapa yang dapat menjalankan pekerjaan secara langsung.

Namun, kemampuan melakukan tindakan juga membawa konsekuensi berbeda. Kesalahan pada chatbot dapat menghasilkan jawaban yang keliru. Pada AI agent, kesalahan berpotensi berlanjut menjadi tindakan yang keliru apabila sistem memiliki akses untuk menjalankan tugas.

Karena itu, perkembangan Muse akan menarik untuk diamati bukan hanya dari sisi kemampuan teknologinya, tetapi juga bagaimana perusahaan seperti Meta, Amazon dan penyedia layanan lainnya menentukan aturan interaksi antara AI agent dan layanan digital.

Untuk saat ini, fakta yang terkonfirmasi adalah Amazon telah memblokir Muse dari melakukan pembelian di platformnya, sementara Meta mempertahankan bahwa Muse dirancang dengan sejumlah mekanisme keamanan dan kontrol pengguna.


Discover more from OpiniSulsel.Com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.