banner 728x90
Berita

Serangan Rudal Houthi Guncang Bandara Ben-Gurion, Penerbangan Terganggu

1121
×

Serangan Rudal Houthi Guncang Bandara Ben-Gurion, Penerbangan Terganggu

Share this article
Serangan Rudal Houthi Guncang Bandara Ben-Gurion, Penerbangan Terganggu

Opinisulsel.com — Sebuah serangan rudal yang dilancarkan oleh gerakan Houthi di Yaman menghantam dekat Bandara Ben-Gurion di Tel Aviv pada Minggu pagi, 4 Mei 2025, menandai pertama kalinya bandara utama Israel itu diserang sejak konflik yang sedang berlangsung dimulai.

Serangan tersebut menyebabkan gangguan penerbangan dan memicu respons militer dari Israel.

Menurut laporan, rudal menghantam area dekat jalan akses menuju Terminal 3 sekitar pukul 09:30 waktu setempat. Kepulan asap dan kepanikan dilaporkan terjadi di antara para penumpang, yang menyebabkan penangguhan sementara penerbangan dan lalu lintas komuter.

Layanan ambulans Magen David Adom melaporkan bahwa antara empat hingga delapan orang mengalami luka ringan akibat serangan tersebut. Kerusakan yang terlihat meliputi kawah di tanah, kerusakan pada jalan, dan sebuah kendaraan. Operasi penerbangan di bandara sempat dihentikan selama sekitar satu jam sebelum kembali beroperasi normal.

Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini dan menyatakan bahwa mereka menggunakan rudal balistik hipersonik dengan teknologi siluman, jangkauan 2.150 km, dan kecepatan enam belas kali kecepatan suara. Namun, militer Israel menyatakan bahwa rudal tersebut tidak berhasil dicegat karena “masalah teknis dengan pencegat”. Angkatan Udara Israel sedang melakukan investigasi menyeluruh terkait kegagalan sistem pertahanan udara Arrow dan THAAD buatan AS.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam keras serangan tersebut dan berjanji akan memberikan respons, termasuk terhadap Iran yang dianggap mendukung Houthi.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengancam pembalasan “tujuh kali lipat”. Sementara itu, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, memperingatkan maskapai penerbangan bahwa Bandara Ben-Gurion “tidak lagi aman untuk perjalanan udara” dan mengancam akan memberlakukan “blokade udara komprehensif” terhadap Israel.

Serangan ini menyebabkan sejumlah maskapai penerbangan internasional menangguhkan penerbangan mereka ke Bandara Ben-Gurion.

Beberapa maskapai yang dilaporkan menangguhkan penerbangan termasuk United Airlines, Lufthansa (bersama SWISS, Austrian Airlines, Brussels Airlines), Air France, Wizz Air, Iberia, LOT Polish Airlines, Air Europa, British Airways, ITA Airways, Ryanair, Delta Air Lines, dan Air India.

Sebaliknya, maskapai penerbangan Israel, El Al, menambah penerbangan dan memberlakukan batas harga tiket satu arah untuk membantu warga Israel yang terdampar di luar negeri.

Sebagai respons terhadap serangan rudal, Israel melancarkan serangan udara balasan terhadap target-target Houthi di kota pelabuhan Hodeidah, Yaman, pada Senin, 5 Mei 2025.

Sekitar 20 jet tempur Israel dilaporkan terlibat dalam operasi tersebut. Target serangan termasuk pelabuhan Hodeidah, yang diduga menjadi pusat transfer senjata Iran, dan sebuah pabrik semen di dekat Bajil. Serangan udara ini dilaporkan menyebabkan sejumlah korban jiwa di Yaman.

Serangan terhadap Bandara Ben-Gurion ini merupakan yang pertama kali terjadi sejak dimulainya konflik saat ini dan menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas sistem pertahanan udara Israel serta potensi peningkatan kemampuan Houthi. Eskalasi ini terjadi di tengah ketegangan regional yang lebih luas, termasuk konflik yang sedang berlangsung di Gaza. (*)