banner 728x90
Berita

Makassar Luncurkan Gerakan Bersama Atasi Sampah, Eco Enzyme Jadi Ujung Tombak

917
×

Makassar Luncurkan Gerakan Bersama Atasi Sampah, Eco Enzyme Jadi Ujung Tombak

Share this article
Makassar Luncurkan Gerakan Bersama Atasi Sampah, Eco Enzyme Jadi Ujung Tombak

Opinisulsel.com —Pemerintah Kota Makassar terus mendorong langkah nyata dalam penanganan sampah melalui pendekatan berkelanjutan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pemanfaatan sampah organik menjadi produk bernilai tambah seperti Eco Enzyme bukan lagi sekadar wacana, melainkan agenda aksi bersama seluruh lapisan masyarakat.

“Makassar telah berada dalam situasi darurat sampah. Solusinya adalah partisipasi aktif semua elemen dalam pengelolaan sampah, terutama sampah organik,” ujar Munafri saat membuka kegiatan sosialisasi di Hotel Mercure Makassar, Rabu (9/7/2025).

Eco Enzyme merupakan hasil fermentasi limbah organik seperti sisa buah dan sayuran, yang menghasilkan cairan multifungsi sebagai pembersih alami, pupuk organik, dan pengusir hama ramah lingkungan. Setiap hari, Kota Makassar menghasilkan sekitar 1.000 ton sampah, di mana lebih dari 60% merupakan sampah organik yang potensial diolah.

Pengolahan Sampah Sebagai Pilar Ekonomi Rumah Tangga

Pemkot Makassar menargetkan pengolahan sampah menjadi bagian dari ekonomi sirkular perkotaan, mulai dari urban farming, urban livestock, hingga industri daur ulang. Munafri menyampaikan bahwa ketika sampah organik dikelola menjadi pupuk, hasil pertanian yang dihasilkan dapat menggerakkan ekonomi rumah tangga secara berkelanjutan.

“Pengelolaan sampah bukan sekadar urusan kebersihan, tapi fondasi kesejahteraan warga,” jelasnya.

Daur Ulang dan Budidaya Maggot Jadi Strategi Industri Baru

Selain Eco Enzyme, Pemkot Makassar juga mendukung pengembangan industri berbasis budidaya maggot dari sampah organik. Program ini diarahkan untuk menjangkau skala ekonomi yang lebih besar, melalui pembangunan infrastruktur pendukung seperti green house, green lab, serta ekosistem daur ulang di dalam kota.

Munafri mengajak seluruh pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat untuk turut serta dalam gerakan kolaboratif pengelolaan sampah. “Pemerintah siap mendukung penuh inisiatif ini. Kolaborasi adalah kunci keberhasilan kita,” tegasnya.

Best Practice Hotel Mercure: Dari Limbah Menjadi Nilai Ekonomi

Wali Kota turut mengapresiasi langkah Hotel Mercure yang telah mengelola sampah organik secara mandiri menjadi Eco Enzyme, sehingga mampu mengurangi biaya operasional dan frekuensi pengangkutan sampah secara signifikan.

“Hotel Mercure berhasil memangkas pengangkutan sampah dari setiap hari menjadi satu kali seminggu. Ini bukti bahwa pengelolaan mandiri memberi manfaat nyata,” ungkap Munafri.

Gerakan Bersama Menuju Makassar Bersih dan Produktif

Pemkot Makassar berkomitmen memperluas inisiatif ini ke sektor perhotelan dan usaha lainnya, serta menjadikannya gerakan lintas sektor yang berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan kerja sama antara DLH Kota Makassar dan pihak Hotel Mercure, diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, komunitas lingkungan, serta perwakilan instansi teknis dan tim ahli. (*)


Eksplorasi konten lain dari mediata.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.