banner 728x90
Berita

Gelar Pelatihan Fardu Kifayah, Pemprov Kaltara Dorong Peran Aktif Masyarakat

411
×

Gelar Pelatihan Fardu Kifayah, Pemprov Kaltara Dorong Peran Aktif Masyarakat

Share this article
Gelar Pelatihan Fardu Kifayah, Pemprov Kaltara Dorong Peran Aktif Masyarakat

Opinisulsel.com — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Utara menggelar Pelatihan Fardu Kifayah yang resmi dibuka oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kaltara, H. Muhammad Rosyit, S.IP., MM., di Ruang Serbaguna Lantai 1 Gedung Gabungan Dinas, Kamis (27/11).

Kegiatan ini dihadiri Ketua Baznas Kaltara, H. Ubid Hadruni, SH., perwakilan Kanwil Kementerian Agama Kaltara, perwakilan Baznas Bulungan, unsur Muslimat NU Kaltara, serta para pelatih Fardu Kifayah yang akan membimbing 54 peserta dari berbagai wilayah di provinsi tersebut.

Dalam sambutannya, Rosyit menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan yang dinilai memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat.

“Fardu Kifayah tidak sekadar menjalankan perintah agama sesuai syariat, tetapi juga memperkuat peran aktif masyarakat dalam kehidupan sosial,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa di tengah fokus pembangunan fisik yang terus berkembang, pemenuhan kewajiban agama harus tetap menjadi perhatian penting. Pelatihan Fardu Kifayah, lanjutnya, merupakan bagian vital dalam pelayanan umat, terutama dalam empat komponen utama yaitu memandikan, mengafani, menshalatkan, dan menguburkan jenazah sesuai syariat Islam.

“Keberadaan pengurus jenazah yang terlatih sangat membantu keluarga yang berduka. Saya meyakini peserta hadir bukan hanya untuk menambah ilmu, tetapi karena niat tulus untuk mengabdi,” tambahnya.

Rosyit berharap kolaborasi antara Pemprov Kaltara dan Baznas dapat terus berkelanjutan serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Baznas Kaltara, H. Ubid Hadruni, menjelaskan bahwa pelatihan ini diprioritaskan bagi peserta dari daerah yang jauh dari pusat kota.

“Peserta tidak hanya berasal dari Tanjung Selor, tetapi juga dari desa atau kecamatan di Kabupaten Bulungan dan wilayah lainnya. Program ini kami tujukan untuk mereka yang tinggal di daerah terpencil agar layanan Fardu Kifayah bisa merata,” jelasnya.

Pelatihan berlangsung selama satu hari, diikuti 54 peserta yang dibagi ke dalam dua klaster — pria dan wanita — masing-masing dipandu oleh satu pelatih.



Eksplorasi konten lain dari mediata.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.