banner 728x90
Nasional

Kabut Asap Makin Meluas, Ini Daerah Indonesia yang Terdampak Karhutla Hari Ini

5
×

Kabut Asap Makin Meluas, Ini Daerah Indonesia yang Terdampak Karhutla Hari Ini

Share this article
Kabut Asap Makin Meluas, Ini Daerah Indonesia yang Terdampak Karhutla Hari Ini

Opinisulsel.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat, 11 September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebaran asap masih terpantau di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Papua di tengah kondisi kemarau serta pengaruh El Niño yang kuat.

BMKG mencatat titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi selama 10 hari terakhir terkonsentrasi terutama di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Papua Selatan. Kalimantan Tengah mencatat akumulasi 2.526 titik, Kalimantan Barat 2.102 titik, Sumatera Selatan 1.180 titik, dan Papua Selatan 570 titik.

Namun, kondisi tidak berarti seluruh wilayah tersebut mengalami kabut asap dengan tingkat keparahan yang sama. Hotspot merupakan indikator potensi kebakaran, sedangkan sebaran asap dipengaruhi pula oleh lokasi kebakaran, kondisi atmosfer, arah angin, serta karakteristik lahan.

Daerah yang Terdampak Sebaran Asap

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9 pada 10 September 2026 pukul 13.00 WIB, BMKG mendeteksi sebaran asap di sejumlah wilayah berikut:

Sumatra

  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan

Kalimantan

  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Timur

Papua

  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • Papua Selatan

Sebaran tersebut terpantau di tengah kondisi atmosfer yang relatif kering. BMKG menyebut kebakaran pada lahan gambut juga dapat berlangsung lebih lama dan lebih sulit dipadamkan karena api dapat menjalar hingga lapisan bawah permukaan tanah.


Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah Jadi Perhatian Utama

Kementerian Kehutanan menyebut pengendalian karhutla saat ini terutama diperkuat di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Data SiPongi yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 mencatat 395 hotspot high confidence secara nasional hingga 9 September 2026 pukul 21.04 WIB. Jumlah tersebut turun tipis dua titik dibandingkan hari sebelumnya.

Artinya, angka nasional tersebut tidak menunjukkan peningkatan pada hari pengamatan terakhir. Meski demikian, konsentrasi hotspot dan sebaran asap di sejumlah wilayah tetap membuat risiko karhutla perlu diwaspadai.


Kalimantan Selatan Nihil Hotspot High Confidence

Ada perkembangan berbeda di Kalimantan Selatan.

Kementerian Kehutanan melaporkan Kalimantan Selatan nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi berdasarkan pemantauan hingga 9 September 2026 pukul 21.04 WIB. Karena itu, perhatian pengendalian saat ini lebih diarahkan ke wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa situasi karhutla dapat berbeda antara satu provinsi dengan provinsi lainnya.


Mengapa Kabut Asap Masih Bertahan?

BMKG menyebut kemarau, kondisi atmosfer yang relatif kering, dan pengaruh El Niño menjadi faktor penting dalam risiko karhutla September 2026.

BMKG juga mencatat anomali suhu muka laut Niño 3.4 mencapai +2,74°C pada Dasarian III Agustus 2026, sementara rata-rata Agustus berada pada +2,83°C. El Niño diperkirakan masih bertahan hingga awal 2027.

Kondisi kering membuat lahan lebih mudah terbakar. Ketika kebakaran terjadi di kawasan gambut, proses pemadaman dapat menjadi lebih sulit dan asap dapat bertahan lebih lama.


Hujan Berpotensi Membantu Mengurangi Asap

BMKG masih memprakirakan adanya hujan di sejumlah wilayah pada 11–13 September 2026.

Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di beberapa wilayah, termasuk:

  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Kalimantan Timur

Namun, potensi hujan tidak berarti seluruh wilayah terdampak karhutla otomatis terbebas dari asap. Kondisi lokal dan arah angin tetap menentukan perkembangan sebaran asap.


Pemerintah Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca

Pemerintah juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan karhutla.

Data BMKG menunjukkan operasi pembasahan gambut dan penanganan karhutla pada 5–14 September 2026 berlangsung di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Operasi serupa juga dilakukan di sejumlah wilayah lain pada periode sebelumnya.

BMKG sebelumnya melaporkan OMC di Kalimantan Barat berhasil menghasilkan hujan di sejumlah wilayah dan membantu meningkatkan kelembapan lahan gambut serta menipiskan kabut asap.


Dampak Kabut Asap terhadap Masyarakat

Dampak kesehatan juga mulai menjadi perhatian serius.

Reuters melaporkan data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 113.000 orang mengalami gangguan pernapasan yang dikaitkan dengan kebakaran hingga 9 September 2026, naik dari 50.891 kasus pada 1 September. Laporan tersebut menyebut wilayah Sumatra dan Kalimantan menjadi daerah yang paling terdampak.

Masyarakat yang berada di wilayah dengan kualitas udara buruk disarankan mengikuti informasi kualitas udara dan kesehatan dari pemerintah daerah serta otoritas kesehatan setempat.


Daftar Wilayah yang Perlu Diwaspadai Hari Ini

Wilayah Kondisi
Kalimantan Tengah Prioritas pengendalian, hotspot tinggi
Kalimantan Barat Prioritas pengendalian, hotspot tinggi
Sumatera Selatan Hotspot tinggi dan sebaran asap
Papua Selatan Hotspot tinggi dan sebaran asap
Riau Sebaran asap terpantau
Jambi Sebaran asap terpantau
Sumatera Barat Sebaran asap terpantau
Kalimantan Timur Sebaran asap terpantau
Kalimantan Selatan Nihil hotspot high confidence per 9 September
Papua Tengah Sebaran asap terpantau
Papua Pegunungan Sebaran asap terpantau

Catatan: Status dapat berubah cepat mengikuti kemunculan titik panas, arah angin, hujan, dan perkembangan pemadaman.


Apakah Kabut Asap Akan Semakin Parah?

Belum dapat dipastikan bahwa kabut asap akan semakin parah di seluruh Indonesia.

Data terbaru justru menunjukkan hotspot nasional sedikit turun pada pengamatan 9 September. Namun, BMKG masih mendeteksi sebaran asap di banyak wilayah dan menyebut kondisi kemarau serta El Niño membuat risiko karhutla tetap tinggi.

Karena itu, istilah yang lebih tepat untuk kondisi saat ini adalah kabut asap masih meluas dan risiko karhutla tetap tinggi, bukan bahwa seluruh wilayah Indonesia mengalami perburukan serentak.


FAQ

Daerah mana yang paling terdampak karhutla saat ini?

BMKG mencatat konsentrasi hotspot tinggi terutama di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Papua Selatan.

Wilayah mana yang terpantau mengalami sebaran asap?

Sebaran asap terpantau di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan berdasarkan citra Himawari-9 10 September 2026.

Apakah Kalimantan Selatan masih memiliki hotspot?

Kementerian Kehutanan melaporkan Kalimantan Selatan nihil hotspot high confidence berdasarkan data hingga 9 September 2026 pukul 21.04 WIB.

Mengapa kabut asap sulit hilang?

Selain kebakaran yang terus berlangsung, asap dipengaruhi kondisi atmosfer dan arah angin. Kebakaran di lahan gambut juga dapat berlangsung lebih lama karena api bisa menjalar hingga lapisan bawah permukaan tanah.

Apakah hujan dapat mengurangi kabut asap?

Hujan dapat membantu membasahi lahan dan menekan kebakaran, tetapi dampaknya bergantung pada lokasi, intensitas hujan, kondisi kebakaran, dan pergerakan angin.


Sumber utama:

BMKG, Kementerian Kehutanan/SiPongi, BNPB, dan Kementerian Kesehatan melalui laporan yang dikutip Reuters.


Discover more from OpiniSulsel.Com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.