banner 728x90
Berita

Zaki Ubaidillah, Penentu Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026: Kisah di Balik Comeback atas China

1
×

Zaki Ubaidillah, Penentu Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026: Kisah di Balik Comeback atas China

Share this article
Zaki Ubaidillah, Penentu Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026: Kisah di Balik Comeback atas China

Opinisulsel.com — Nama Moh Zaki Ubaidillah menjadi salah satu sorotan utama setelah Indonesia meraih medali emas pertama di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pebulu tangkis berusia 19 tahun yang akrab disapa Ubed itu tampil sebagai penentu kemenangan Indonesia atas China pada final beregu putra, Kamis (24/9/2026) malam WIB.

Turun pada partai kelima ketika kedudukan Indonesia dan China sama kuat 2-2, Ubed menghadapi Weng Hongyang dalam pertandingan yang menentukan medali emas.

Ubed akhirnya menang dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-13. Kemenangan tersebut memastikan Indonesia melakukan comeback dari ketertinggalan 0-2 menjadi 3-2 sekaligus mengunci emas pertama kontingen Merah Putih di Asian Games 2026.

Indonesia Sempat Tertinggal 0-2

Final beregu putra berlangsung ketat sejak pertandingan pertama.

China lebih dulu mengambil keunggulan setelah Shi Yu Qi mengalahkan Jonatan Christie 21-13, 21-18. China kemudian memperbesar keunggulan menjadi 2-0 melalui pasangan Liang Wei Keng/Wang Chang yang mengalahkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dalam tiga gim, 22-20, 19-21, 21-14.

Situasi berubah setelah Indonesia mendapatkan dua poin berikutnya.

Alwi Farhan mengalahkan Li Shi Feng 23-21, 15-21, 21-16. Setelah itu, pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menundukkan He Ji Ting/Liu Yi 23-21, 21-10.

Skor menjadi 2-2 dan seluruh perhatian kemudian tertuju pada partai kelima: Moh Zaki Ubaidillah vs Weng Hongyang.

Ubed Sempat Tertinggal 16-20

Tekanan terbesar justru datang pada gim pertama.

Weng Hongyang berhasil mencapai game point 20-16, sehingga Ubed berada dalam situasi sangat sulit. Namun, pemain kelahiran Sampang, Madura, tersebut mampu menjaga ketenangan dan mengejar poin demi poin.

Ubed akhirnya membalikkan keadaan dan memenangkan gim pertama 23-21.

PBSI mencatat Ubed mengaku sempat tegang sebelum pertandingan. Ia bahkan menelepon orang tuanya untuk meminta doa sebelum masuk lapangan.

Kemenangan pada gim pertama menjadi titik penting. Setelah itu, permainan Ubed lebih stabil dan ia mampu mengendalikan gim kedua hingga menang 21-13.

Debut Asian Games Langsung Jadi Penentu

Yang membuat pencapaian Ubed semakin menonjol adalah statusnya sebagai debutan Asian Games.

PBSI sebelumnya memasukkan Moh Zaki Ubaidillah dalam skuad beregu putra Indonesia bersama Jonatan Christie, Alwi Farhan, Muhamad Yusuf, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, Nikolaus Joaquin, dan Amri Syahnawi.

Sebelum Asian Games 2026, Ubed juga sudah mendapatkan pengalaman penting di level senior. Pada Australian Open 2026, misalnya, ia mencapai semifinal turnamen level Super 500 pertamanya.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses Ubed sebelum akhirnya dipercaya tampil dalam situasi paling menentukan di Asian Games.

Bukan Kali Pertama Ubed Menghadapi Tekanan

Partai melawan China bukan satu-satunya momen ketika Ubed harus bermain sebagai penentu.

Pada perempat final Asian Games 2026 melawan Malaysia, Indonesia juga menang 3-2. Ubed turun sebagai partai kelima dan mengalahkan Eugene Ewe 21-11, 21-11.

Saat itu Ubed mengakui tekanan tetap terasa karena dirinya belum bermain sebelumnya dan langsung dipercaya menjadi penentu. Namun, ia mencoba lebih tenang ketika masuk lapangan.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika menghadapi Weng Hongyang di final.

Comeback Indonesia dan Emas Pertama

Kemenangan Ubed membuat Indonesia membalikkan situasi yang sebelumnya sangat sulit.

Dari tertinggal 0-2, Indonesia memenangkan tiga pertandingan secara beruntun:

  • Alwi Farhan menang atas Li Shi Feng.
  • Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menang atas He Ji Ting/Liu Yi.
  • Moh Zaki Ubaidillah menang atas Weng Hongyang.

Hasil akhirnya Indonesia 3-2 China.

Medali emas tersebut menjadi emas pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Capaian itu juga menjadi emas pertama Indonesia pada nomor beregu putra bulu tangkis Asian Games sejak 1998.

Bagi Ubed, malam di Ichinomiya menjadi momen penting dalam perjalanan kariernya: debut di Asian Games, tampil pada partai kelima final, sempat berada dalam tekanan game point, lalu menjadi pemain yang mengunci emas pertama Indonesia.


Discover more from OpiniSulsel.Com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.