Opinisulsel.com — Laos mengawali perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026 Divisi 2 dengan kemenangan 3-1 atas Brunei Darussalam. Pertandingan pembuka Grup A tersebut berlangsung di Mong Kok Stadium, Hong Kong, Kamis (24/9/2026).
Hasil ini memberikan Laos tiga poin pertama sekaligus selisih gol +2. Sementara Brunei harus mengawali turnamen dengan kekalahan.
Pertandingan berlangsung mulai pukul 17.00 waktu Hong Kong. Laga ini menjadi salah satu pertandingan pembuka edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026. FIFA sebelumnya menempatkan Laos dan Brunei sebagai dua tim yang membuka persaingan Divisi 2.
Laos 3-1 Brunei
| Tim | Skor |
|---|---|
| Laos | 3 |
| Brunei Darussalam | 1 |
Kemenangan 3-1 membuat Laos langsung berada dalam posisi penting di Grup A.
Sebelum pertandingan, kedua tim datang dengan catatan yang kurang meyakinkan. Laos mengalami serangkaian kekalahan dalam pertandingan sebelumnya, sedangkan Brunei juga belum mendapatkan hasil positif dalam sejumlah laga terakhirnya. FIFA mencatat Brunei hanya meraih satu kemenangan dalam sembilan pertandingan kompetitif terakhir menjelang turnamen.
Namun, Laos mampu memanfaatkan pertandingan pembuka untuk mendapatkan hasil yang dibutuhkan.
Laos Menunjukkan Respons Setelah Rentetan Kekalahan
Kemenangan ini cukup penting bagi Laos karena datang setelah periode sulit.
Dalam empat pertandingan terakhir Hyundai Cup sebelum FIFA ASEAN Cup, Laos mengalami kekalahan dari Thailand, Malaysia, Filipina dan Myanmar. Kekalahan 2-7 dari Myanmar pada 4 Agustus menjadi salah satu hasil yang cukup berat bagi tim tersebut.
FIFA juga menyebut Laos melakukan perubahan besar terhadap komposisi skuadnya. Pelatih Vladica Grujic memasukkan 12 pemain yang belum pernah memperoleh caps internasional dan hanya lima pemain dalam skuad yang berusia 25 tahun atau lebih.
Karena itu, kemenangan 3-1 atas Brunei dapat menjadi modal awal bagi skuad muda Laos dalam persaingan Divisi 2.
Brunei Gagal Mempertahankan Momentum
Bagi Brunei, kekalahan ini memperpanjang periode tanpa kemenangan mereka.
Sebelum menghadapi Laos, Brunei kalah dari Timor-Leste dengan skor 1-3 pada 9 Juni 2026. Sebelumnya, Brunei juga kalah 0-3 dari Timor-Leste pada leg pertama kualifikasi ASEAN Championship.
Brunei sebenarnya memiliki beberapa pemain yang cukup berpengalaman. FIFA menyoroti kapten Azwan Ali Rahman, yang menjadi salah satu pemain senior dalam skuad Brunei. Ia berusia 34 tahun ketika turnamen dimulai dan menjadi salah satu pemain yang diharapkan dapat mengontrol permainan.
Namun, pada pertandingan pembuka ini Brunei harus menerima kekalahan dengan margin dua gol.
Tiga Poin Penting untuk Laos
Format Divisi 2 membuat setiap pertandingan fase grup memiliki arti besar.
Grup A dihuni Laos, Brunei Darussalam dan Hong Kong. Setelah menghadapi Brunei, Laos masih akan bertemu Hong Kong pada 27 September 2026.
Sementara itu, Brunei dijadwalkan menghadapi Hong Kong pada 30 September 2026.
Dengan demikian, kemenangan 3-1 memberikan Laos keunggulan awal dari sisi poin dan selisih gol.
Klasemen sementara Grup A
| Pos | Tim | Main | Menang | Seri | Kalah | Gol | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Laos | 1 | 1 | 0 | 0 | 3-1 | 3 |
| 2 | Hong Kong | 0 | 0 | 0 | 0 | 0-0 | 0 |
| 3 | Brunei | 1 | 0 | 0 | 1 | 1-3 | 0 |
Posisi Hong Kong masih bersifat sementara karena belum memainkan pertandingan pertama.
Analisis: Laos Punya Modal, tetapi Hong Kong Jadi Ujian Berikutnya
Dari hasil pertandingan, Laos mendapatkan dua keuntungan sekaligus: tiga poin dan selisih gol +2.
Ini penting karena fase grup Divisi 2 hanya berlangsung dalam tiga matchday. Tidak banyak kesempatan bagi setiap tim untuk memperbaiki posisi jika kehilangan poin.
Namun, kemenangan atas Brunei belum otomatis menggambarkan kekuatan Laos secara keseluruhan. Brunei datang dengan catatan kompetitif yang kurang baik, sementara Laos sendiri sebelumnya mengalami beberapa kekalahan besar.
Ujian berikutnya akan datang ketika Laos menghadapi Hong Kong pada 27 September. Pertandingan tersebut berpotensi menjadi penentu penting dalam perebutan posisi teratas Grup A. FIFA menyebut Hong Kong sebagai tim yang baru akan memulai kiprahnya pada matchday kedua.
Bagi Laos, target berikutnya bukan hanya mempertahankan keunggulan poin, tetapi juga memastikan produktivitas gol tetap terjaga.
Sementara bagi Brunei, pertandingan melawan Hong Kong pada 30 September menjadi kesempatan terakhir untuk mengumpulkan poin sebelum fase grup berakhir.
Discover more from OpiniSulsel.Com
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












